Senin, 25 Februari 2013

Selamat Tinggal "Simenunda"


Ada sebuah cerita tentang seorang muda yang mempunyai cita-cita yang tinggi ketika ia masih belia, ia berkata kepada dirinya sendiri "suatu hari nanti, aku akan melakukan apa yang menjadi cita-cita dalam hidupku dan orang-orang akan melihat betapa hebatnya diriku"

Namun kenyataannya tidak sedikitpun tindakan yang dilakukannya untuk mewujudkan cita-citanya itu. Ketika teman-temannya bertanya mengenai cita-citanya, ia berkata "tenang nanti juga aku akan melakukannya setelah aku menyelesaikan studi".

Setelah ia menamatkan pendidikannya, ia kemudian berjanji akan melakukan cita-citanya setelah ia mendapatkan pekerjaan pertamanya.

Ketika bertahun-tahun bekerja orangtuanya menanyakan kapan ia akan mengambil tindakan untuk mewujutkan cita-citanya. Ia berjanji akan melakukannya setelah ia menikah.

Namun setelah menikah, ia berkata lagi "aku akan mewujidkan mimpiku setelah anak-anakku beranjak dewasa dan dapat mengurus diri mereka sendiri, dan sekarang aku akan fokus dulu membesarkan dan mendidik anak-anak".

Dan sekali lagi ketika anak-anaknya telah menamatkan sekolah, ia berjanji akan melakukannya setelah pensiun.

Tetapi sayangnya ketika ia pensiun, ia akhirnya berkata, "sudah terlambat untuk memulainya sekarang". Sebagai orang tua, energi masa mudanya telah hilang, waktu terus berlalu dan akhirnya mengubur mimpinya.
Ingatlah kebiasaan menunda dapat membuat kita yang pada awalnya sangat bersemangat akan kehilangan gairah dan berlari menjauh dari mimpi kita.

Cerita diatas berhasil membuat saya tercengang dan dalam hati saya berharap tidak akan seperti itu. Mengingat sudah banyak waktu terbuang dan terlewatkan akibat kegemaran untuk menunda.

Seharusnya kita mengingat selagi masih ada waktu raihlah kesempatan itu. Sebenarnya tidak ada waktu yang tepat, dan satu-satunya cara adalah meraih apa yang tersedia pada saat ini, bertindaklah sekarang dan katakan selamat tinggal pada "simenunda".

Gunakanlah hari ini seolah-olah tiada lagi hari esok. Kejarlah mimpi-mimpimu segera sehingga tiada penyesalan di hari tua.


















Balige, 25 Febuari 2013

Rabu, 20 Februari 2013

Genangan Air



Tidak dapat dipungkiri musim hujan yang berkepanjangan meninggalkan genangan air yang terkadang berlebihan (red. Banjir). 

Hal ini terjadi bukan hanya di daerah jakarta atau bekasi yang memang terkenal dengan permasalahan banjirnya. Daerah tempatku tinggal sekarang juga mengalami hal serupa memang tidak mengerikan seperti di kota besar tersebut dan  satu lagi tidak harus mengungsi.



yup...genangan air setinggi 40 cm yang hanya menggenangi jalan keluar menuju jalan raya didekat kosanku hampir membuatku ngeri juga (berhubung selama 24 tahun hidup belum pernah melewati genangan air setinggi itu).

Hal yang menarik bagiku sebenarnya yaitu jalanan yang sering terkena genangan air hujan. Lama kelamaan jalanannya akan rusak sangat berbeda dengan jalan yang tidak tergenang air.

Mungkin bisa di analogikan dengan pergaulan kita. Seperti ada tertulis pergaulan yang buruk akan menghilangkan kebiasaan yang baik.

Jika kita bergaul di lingkungan yang buruk bukan mustahil kita kan menjadi buruk juga.Sekuat apapun kita bertahan tetap menjadi orang baik dalam lingkungan yang buruk mungkin ada juga kalanya kita kehilangan pertahanan kita, ibarat sebuah batu besar yang setiap hari ditetesi oleh setetes air lama kelamaan akan rusak juga.

so tidak ada salahnya kita menjaga pergaulan kita.

Kamis, 14 Februari 2013

Iseng

Akhir-akhir ini lagi iseng photo-photo benda-benda, hehe,,iseng gak jelas gitu dehh...
ini dia...check it out...:)

"Langit Balige" diambil di ketinggian waktu lagi makan di rumah makan BPK



"gantungan kunci " Sangat suka dengan kata-kata yang ada di mainan gantungan kunci ini.



Ini dia "Hijauku" sambal cabe rawit yang maknyos di campur asam jadi deh hijau pedas luar biasa.



"Sambal" Cabe merah ditambah gula merah, asik banget pedes-pedes manis gitu




















"Terperangkap dalam merah", Tebs soft drink kesukaanku, habis minumnya wajib bersendawa...




"SiMerah Kuning" Bunga kecil yang cantik, milik simamak

Senin, 04 Februari 2013

Cerita Tentang Parmaksian


Dua tahun yang lalu saya mendapat penempatan kerja di Toba Samosir(Tobasa), Tobasa adalah Salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Jika dari Pematangsiantar kita akan menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam menuju Tobasa. Balige adalah ibu kota Kabupaten Tobasa dan kita akan menghabiskan waktu sekitar dua setengah jam dari Pematangsiantar menuju Balige.
Parmaksian adalah satu dari enambelas kecamatan yang ada di kabupaten Tobasa. Dan saya mendapatkan wilayah tugas di Kecamatan ini.
Awalnya bagi saya tidak ada yang istimewa dari daerah ini.Kecamatan ini adalah kecamatan baru yang dibentuk tahun 2009.
Mayoritas Masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Mungkin banyak masyarakat Sumatera utara bahkan ada beberapa masyarakat Tobasa yang belum mengenal nama Parmaksian,tapi akan "ngeh" setelah dikatakan tempatnya indorayon.
Sama seperti saya, saat mendapat penempatan di Parmaksian saya sama sekali buta tentang kecamatan ini, setelah tanya kesana kemari tentunya mbah google juga ikut menjadi sasaran tempat bertanya saya, barulah saya "ngeh" parmaksianadalah kecamatan tempat indorayon berdiri.



Sepintas tentang indorayon yang saat ini bernama PT.Toba Pulp Lestari, merupakan salah satu industri pengolahan terbesar di Toba samosir.
Dan yang menarik buat saya sendiri adalah dengan adanya industri ini tentu banyak juga masyarakat "pendatangnya", itu membuat saya berlega hati merasa akan memiliki teman seperjuangan sesama pendatang di daerah ini.
Dua tahun melalang buana di kecamatan ini, hal yang dapat saya katakan adalah jangan takut menginjakkan kaki disini karena penduduk disini tergolong orang baik dan ramah #menurut saya.
Seingat saya selama melakukan survei di tempat ini saya hanya baru dua kali mengalami penolakan dari penduduk. Selebihnya mereka memiliki tangan terbuka (#pada kesempatan lain saya akan bercerita mengenai pengalaman ketika ditolak).
Diantara sebelas desa di Kecamatan ini saya paling senang jika harus survei di Desa Lumban Huala, alasannya penduduk disana mayoritas sangat memiliki tangan terbuka terhadap orang baru.
Ada tiga desa yang menurut pengalaman saya kehidupan sosialnya mengarah ke perkotaan yaitu Pangombusan, Tangga Batu I, dan Lumban Sitorus. Hal ini dimungkinkan karena Jumlah penduduk pendatangnya lebih banyak dibandingkan desa lain, dan jaraknya yang lumayan dekat dengan lokasi industri. Dan saya tidak sesenang survei di dasa lain ketika di tiga desa ini.
Dari segi kuliner memang di daerah ini sangat minim tetapi paling tidak saya sendiri tidak merasa kerepotan ketika harus mencari tempat untuk sarapan atau makan siang.
Dan jika harus masak sendiri di kecamatan ini juga masih banyak warung kelontong yang menjual sayur-sayur dan bumbu-bumbu.
Setiap paginya kita juga tidak akan mengalami kesulitan mencari penjual ikan segar. Biasanya setiap hari akan ada tiga penjual ikan di Desa Pangombusan. Dua diantaranya menggunakan mobil pick up untuk berjualan.
Untuk sarapan saya biasanya membeli lontong atau nasi gurih di warung "mbak marni", dan untuk makan siang kita bisa memesan atau pergi ke kantin TPL. Atau jika ingin pilihan makanan khas Batak, kita bisa ke Desa Pangombusan dan Tangga Bati I, ada sekitar empat tempat makan Khas batak.
Untuk daerah wisata, di sini belum ada objek wisata yang dapat dinikmati.

Kamis, 31 Januari 2013

Mencintai,membenci



aku mencintai setiap tetes embun menyentuh kulitku
aku mencintai hangatnya mentari melindungiku
aku mencintai setiap bisikan lembut angin membelaiku
aku mencintai setiap tawa anak kecil mendamaikanku
aku mencintai indah gemulai gerakan seorang penari
aku mencintai lantunan nada lembut yang menerobos telingaku
dan aku mencintai lelaki tempatku bersandar saatku lemah

aku membenci diriku yang hebat berpura-pura
aku membenci keharusan bersandiwara
aku membenci kerutan dahi yang mempersulit sesuatu
aku membenci diriku yang mencintai keheningan
aku membenci kecemburuan menghilangkan akal
aku membenci kemalasan membelenggu keberhasilanku
dan aku membenci setiap kebencian.

Rabu, 30 Januari 2013

Pria kecil dengan semangat besar

Tubuh kecil itu berjalan kesana kemari sambil berteriak berusaha mengambil perhatian para pembeli. Tampak wajah penuh lelah yang masih dapat dibingkainya dengan senyum ramahnya. Pria kecil itu, pria yang  sempat menarik perhatianku ditengah panasnya pasar.

Tingginya sekitar 91 cm, yahh kalau istilahnya pria itu adalah satu dari sekian banyak manusia saat itu dengan kondisi dwarfisme (bertubuh pendek akibat kondisi medis tertentu) atau bahasa awamnya "cebol".



Sejenak akupun sedikit terhanyut dengan pikiranku sendiri, betapa seringnya kita dan aku sendiri hidup  didalam keluhan-keluhan yang "gak banget", seolah untuk bersyukur saja sangat susah rasanya. Terkadang aku sendiri sepertinya hobi mempersulit kehidupan yang sebenarnya sederhana.

Belajar dari pria mungil itu sepintas aku dapat melihat betapa hebatnya dia, dia tidak membiarkan kekurangannya itu membelegu kehidupannya, dia tetap bekerja dan aku dapat melihat semangat yang membara dari wajahnya walaupun ia hanyalah seorang pedagang keliling.

aku sendiri sering mengeluh dengan pekerjaanku, sangat sering rasa tidak puas itu singgah, pantang tidak melihat besarnya uang yang didapat teman yang berprofesi berbeda denganku, rasa iri dan tidak bersyukur itu ibaratnya petir langsung menyambar-nyambar dipikiranku dan untungnya tidak terlampau lama bersemayam di hati.

Belum lagi ketika aku harus melihat pemandangan wanita-wanita yang memiliki tubuh tinggi semampai yang bertebaran di kota-kota, mereka kelihatan sangat sempurna seperti model yang berjalan di catwalk. akupun secara spontan mengeluh sambil bergumam " coba aja badanku sedikit lebih tinggi yahhh paling gak nambah 15 cm pasti bahagia rasanya"

dan lain lagi kalau aku melihat oranglain dengan hidung yang mancung, tidak seperti hidungku kalau temanku dulu bilang " kalau ada burung bertengger dihidungmu langsung jatuh kepleset, saking peseknya hidungmu" aishhhhh langsung dahhhh keluar jurus andai ber andai....dan banyak hal lain.

Hidup yang indah itu seharusnya harus penuh dengan rasa bersyukur, bukankah semua yang boleh terjadi didalam kehidupan kita adalah yang terbaik dari Tuhan?, bukankah tubuh kita ini adalah hasil karya Tuhan?, dan bukankah Tuhan itu adalah perancang yang sangat handal?

Balige, 31 januari 2013
0.06




Minggu, 27 Januari 2013

Teringatnya


Melihat anak SMU yang berseleweran di jalanan seusai sepulang sekolah, ada hal baru yang terpikir olehku yang hampir saja terluput dari ingatanku...

Kutarik napas dalam-dalam, sambil bergumam berasa tua yahhhh aku ini, gak kerasa delapan tahun berlalu semenjak menginjakkan kaki keluar dari lingkungan SMA ku. Sejenak tersadar waktuku telah lama berlalu, masa-masa yang kurindukan telah lama berlalu.

Kenyataan yang harus kuhadapi bahwa waktu terus berputar dan sedikit miris setiap melihat perjalanan waktu, gak kerasa aja tahun 2013 ini usia seperempat abadpun menghampiriku. 

Teringat dengan kata seorang teman “masa depanmu itu akan sangat dipengaruhi sama keputusan-keputusan yang kamu buat sekarang”. Dan agak sedikit binggung apa aku harus bersyukur  atau sedikit menyesal dengan kehidupanku sekarang, apa langkah yang kuambil saat ini sudah benar atau malah akan ada sedikit penyesalan kemudiannya....?..

Well apapun itu pastinya apa yang kita lakukan sekarang akan berdampak buat masa depannya. Jadi tidak ada salahnya kita melakukan yang terbaik saat ini untuk masa depan yang lebih baik.

Jumat, 25 Januari 2013

SAKIT


Tiga hari sudah demam ini enggan berpindah dariku, rasa-rasanya sangat tidak menyenangkan
Seolah-olah berada diambang-ambang.

SAKIT adalah hal yang merugikan, sangat memuakkan bila harus memakan lima macam jenis obat
Dan saat sakit ntah kenapa yang kurindukan adalah keluargaku,,

Yahh rasanya tangan ibu yang mengurut badanku saat sakit itu sangat ajaib, ntah kenapa bubur yang rasanya ntah berantah yang dibuat oleh ibu itu mujarab.
Dan aku hanya ingin pulang.

Kembali ke si SAKIT, ternyata benar kesehatan itu sangat berharga (hari gini baru nyadarrrrrrrr....)

Saat baik-baik saja tidak jarang kita mengabaikan kesehatan itu, coba cek bagaimana pola makanmu, coba cek apa saja yang engkau makan, dan coba cek bagaimana pola olahragamu, pola istirahatmu....? apakah sudah memberikan yang terbaik untuk tubuhmu..?


Kamis, 24 Januari 2013

Karena kata mengubah



Untaian kata itu melekat di pikiranku...terngiang di telingaku, tersentak ku tak habis pikir..

Sejuta katanya sia-sia, dia pikir q bisa hanya diam...

Yahhh aku memang terdiam, jauh di dalamku aku menentang smua ucapnya

Teringatku kata saudaraku yang jauh disana, jangan biarkan dia berbicara

Jangan biarkan dia merasukkimu

Inginku menguntai kata-kata menentang smuanya,,ahhh tapi kesia-siaan yang akan ku dapat

Lebih baik mulut ini kubungkam dari pada lelah yang ku dapat

Akupun mulai berpikir-pikir dalam diriku sendiri

Akupun mencari-cari  solusiku sendiri

Berdiamku sendiri tanpa orang lain

Aku lelah batinku ikut berbicara

Biarkan saja semuanya seperti itu

Dan benar aku telah menutup mata dan telingaku

Aku tidak peduli, aku hanya ingin hidup dalam kelegaanku

Dan akupun telah kehilangan cara untuk menjaga perasaanku.

balige 25 januari 213

Selasa, 08 Januari 2013

Hanya Biarkan saja...




Biarkan saja terik membakar jiwa

Biarkan saja hujan menerjang raga

Biarkan saja mereka berkicau

Biarkan saja mereka berpaling

Biarkan saja waktu mengejar

Biarkan saja dunia sekitar seolah runtuh


Pikirkan saja mentari yang menghangatkanmu

Pikirkan saja hujan menghapus dahaga

Pikirkan saja mereka yang bercanda denganmu

Pikirkan saja mereka yang mengisi kekosonganmu

Pikirkan saja persahabatan dengan waktu

Pikirkan saja dunia yang kau bangun


Balige, 9 januari 2013